RESERVOIR ENGINEERING
Cadangan adalah Perkiraan jumlah minyak mentah, gas alam, gas
condensate, fasa cair yang diperoleh dari gas alam, dan material lainnya (mis. sulfur), yang dianggap bernilai komersial untuk
diambil dari reservoir dengan menggunakan teknologi yang ada pada suatu saat
dalam keadaan ekonomi dan dengan peraturan yang berlaku pada saat yang sama.
Istilah yang sering digunakan :
•
Cadangan hidrokarbon adalah volume hidrokarbon yang mengisi pori-pori batuan yang oleh suatu
sebab terperangkap dan terakumulasi dalam suatu reservoir dengan bentuk dan
kondisi tertentu.
•
Initial hydrocarbon in place adalah jumlah hidrokarbon yang mula-mula ada
di dalam reservoir.
•
Recoverable reserves adalah cadangan hidrokarbon yang dapat
diproduksikan ke permukaan sesuai dengan kondisi yang ada pada saat itu.
•
Ultimate recovery adalah taksiran tertinggi dari jumlah
hidrokarbon yang mungkin dapat diproduksikan ke permukaan sampai batas
ekonomisnya.
•
Recovery factor
adalah perbandingan antara hidrokarbon yang
diproduksikan (recoverable reserves) dengan jumlah hidrokarbon mula-mula yang ada didalam reservoir (initial
hidrokarbon in place).
Besar cadangan diperkirakan berdasarkan
•
data hasil interpretasi
geologi dan
•
data engineering yang
tersedia pada suatu waktu
Besar cadangan dapat
berubah selama masa produksi sejalan dengan
•
bertambahnya data/informasi
reservoir
•
keadaan ekonomi yang memaksa
adanya perubahan
Menghitung cadangan pada tahap sebelum produksi:
•
metode volumetrik (yang
bersifat deterministik)
•
metode probabilistik (mis.
metode simulasi Monte Carlo)
à tidak
tergantung pada data produksi.
Menghitung cadangan pada tahap setelah produksi:
•
metode material balance
•
metode simulasi numerik
à makin
banyak data produksi; makin baik perkiraan volume hidrokarbon
Metode yang digunakan tergantung pada ketersediaan data dan informasi
reservoir yang mendukung metode tersebut
Beberapa metode menurut
SPE:
•
Metode volumetrik – jika ada
data geologi, data log, dan/atau data core
•
Metode volumetrik-probabilistik
– jika tidak ada data geologi, data log, dan data core. (mis. simulasi Monte
Carlo)
•
Performance analysis methods
– jika ada data geologi, data log, data core, dan data produksi (mis. metode
material balance, decline curve, simulasi reservoir)
Metode Perhitungan
cadangan
•
Metode Volumetrik
Metode Volumetrik merupakan
metode perhitungan cadangan paling sederhana. Reservoir dipandang sebagai
sebuah wadah dengan geometri atau bentuk sederhana (mis. bentuk kotak, kerucut,
atau lingkaran). Metode ini terutama diterapkan pada reservoir yang belum
tersedia data produksi atau pada daerah yang baru ditemukan.
dimana :
N : original oil in place, STB.
SVb : jumlah
volume batuan mengandung hidrokarbon, cuft.
f : porositas batuan, fraksi.
Sw : saturasi air mula-mula, fraksi.
Boi : faktor volume formasi minyak mula-mula, bbl/STB.
7758 : Konstanta faktor
konversi, bbl/acre-ft.
dimana :
G : original
gas in place, SCF
SVb : jumlah
volume batuan mengandung hidrokarbon, cuft.
f : porositas batuan, fraksi.
Sw :
saturasi air mula-mula, fraksi.
Bgi : faktor volume
formasi gas mula-mula, cuft/SCF.
43560 : Konstanta faktor konversi,
cuft/acre-ft
•
Metode Decline Curve
Perkiraan performance
dengan cara decline curve adalah perkiraan yang didasarkan data kelakuan
produksi dari suatu reservoir atau suatu sumur, dengan jalan ekstrapolasi
trend, digambarkan oleh kelakuan produksi sebelumnya.
Dua hal yang dapat ditentukan dengan cara ini, yaitu :
•
Cadangan minyak tersisa
•
Umur produksi reservoir atau sumur tersebut
Ada 3 type declina curve
yang biasa dipakai, yaitu
1. Rate produksi vs. waktu
2. Rate produksi vs.
kumulatif produksi
3. Prosen water cut vs.
kumulatif produksi
Berdasarkan loss
rationya bentuk-bentuk kurva penurunan produksi diklasifikasikan dalam 3 type,
yaitu :
1. Exponential decline
curve,
2. Hyperbolic decline
curve.
3. Harmonic decline curve.
•
Metode Material Balance
Metode material balance
didasarkan pada kesetimbangan volume fluida ( air, minyak, dan gas ) antara
volume produksi kumulatif terhadap jumlah volume pengembangan fluida didalam
reservoir dengan volume air yang masuk kedalam reservoir.
Dimana :
Np = jumlah kumulatif produksi minyak.STB
N = initial oil in place,STB
Bo = factor volume dari minyak, bbl/STB
Bg = factor volume dari gas, bbl/SCF
Bw = factor volume dari air, bbl/STB
Rp = perbandingan antara produksi gas
kumulatif dengan produksi minyak kumulatif,SCF/STB
Rs = kelarutan gas didalam minyak,SCF/STB
Cw = kompresibilitas air,psi-1
Cf = kompresibilitas
batuan, psi-1
Swc = saturasi kritis dari air, fraksi
We = jumlah komulatif perembesan air, bbl
Wp = jumlah kumulatif produksi air,STB
m = Perbandingan bulk volume gas cap dengan bulk volume
reservoir minyak, fraksi
index I = menyatakan keadaan mula – mula
•
Metode Simulasi Reservoir
Kondisi Subsurface
(reservoir minyak/gas) adalah kondisi yang dinamik dan sangat tergantung pada
banyak hal yang tidak mungkin dapat kita sederhanakan dengan menghilangkan
faktor-faktor yang membuatnya dinamik tersebut. Estimasinya sangat dipengaruhi
tidak hanya oleh ketepatan model geologinya, tetapi juga oleh sifat-sifat
batuan, sifat fluida pengisinya, tekanan dan faktor-faktor lain selama fluida
reservoir (minyak, gas, air) diproduksikan.
Seiring dengan
perkembangan teknologi menuntut kita untuk melangkah lebih maju dalam hal memperkirakan
kondisi subsurface, sehingga mempermudah pelaksanaan pengembangan sebuah
lapangan migas dengan berbagai software Simulasi reservoir seperti: Eclipse,
CMG, dsb.
Pada Simulasi Reservoir yang kita lakukan adalah :
•
Input data :
•
Geology Data (map)
•
Production Data
•
Completion history
•
Reservoir Data
•
PVT Data
•
SCAL Data
•
Reservoir Simulation
•
Inisialisasi
•
Hystorical Match (Pressure
& Production)
•
Production Forecast
Tidak ada komentar:
Posting Komentar